Sosialisasi Kepabeanan Bea Cukai Tanjung Emas Disambut Antusias Mahasiswa Polimarin
Di publish pada 25-10-2024 10:30:57
Bea Cukai Tanjung Emas mengadakan sosialisasi kepabeanan dan cukai kepada Politeknik Maritim Negeri Indonesia, dengan tujuan memperkenalkan peran dan fungsi Bea Cukai serta memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang kepabeanan dan ekspor-impor. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (24/10) di Ruang Pendidikan Bea Cukai Tanjung Emas, Semarang.
Acara ini dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tri Utomo Hendro Wibowo, yang menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para mahasiswa untuk memperdalam wawasan di bidang kepabeanan. "Kami senang melihat antusiasme generasi muda yang ingin belajar lebih dalam tentang peran Bea Cukai dalam menjaga kepentingan negara," ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Gandy Novanda Pratama sebagai narasumber memaparkan berbagai tugas dan fungsi yang dijalankan oleh instansi ini. Bea Cukai berperan sebagai Revenue Collector, Community Protector, Industrial Assistance, dan Trade Facilitator. Selain itu, materi mengenai perlindungan masyarakat dari barang-barang ilegal serta fasilitas perdagangan yang ditawarkan oleh Bea Cukai juga turut dibahas.
Para mahasiswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Salah satu sesi yang paling dinanti adalah sesi tanya jawab, di mana beberapa mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar isu kepabeanan. Natasya Kusuma, salah satu peserta, menanyakan langkah-langkah Bea Cukai terkait barang yang dilarang masuk, seperti pakaian bekas impor (thrifting). Bea Cukai menjelaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas barang-barang yang dilarang dengan melakukan pemeriksaan ketat serta penyitaan barang yang melanggar aturan.
Pertanyaan lain yang diajukan oleh Sherinna Amanda menyentuh tentang bagaimana proses untuk menjadi pegawai Bea Cukai. Bea Cukai menjelaskan bahwa rekrutmen dilakukan melalui jalur CPNS, dengan serangkaian tes administrasi dan fisik untuk memastikan calon pegawai siap bekerja di lapangan.
Mahasiswa lainnya, Arlita Sifa S, menyoroti pengawasan terhadap kendaraan yang beroperasi di Batam yang dikenal sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone). Bea Cukai menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan bagi kendaraan yang keluar dari kawasan FTZ agar memenuhi kewajiban pajak dan bea masuk.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai tugas Bea Cukai, tetapi juga menggugah kesadaran mereka tentang pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan regulasi kepabeanan. Semangat mahasiswa yang tinggi dalam menyerap materi menunjukkan potensi besar generasi muda untuk turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan perdagangan di Indonesia.
Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan lulusan Politeknik Maritim Negeri Indonesia mampu menjadi individu yang memiliki kompetensi tinggi dan berdaya saing, serta turut memajukan sektor maritim dan logistik nasional.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses