Modus Penipuan Diulas di Sosialisasi Kepabeanan, Taruna APN Surakarta Antusias!
Di publish pada 13-11-2024 07:41:52
Gelar sosialisasi kepabeanan, Bea Cukai Tanjung Emas sambut mahasiswa Akademi Pelayaran Nasional (APN) Surakarta (12/11). Bertempat di Ruang Pendidikan Lantai 3, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran Bea Cukai dalam mengawasi arus perdagangan dan menjaga keamanan logistik nasional. Hadir dengan antusias, puluhan taruna/i mengikuti acara untuk mendapatkan wawasan di bidang kepabeanan.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tri Utomo Hendro Wibowo, membuka acara dengan menekankan pentingnya pemahaman Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur vital dalam perdagangan internasional. “Indonesia memiliki tiga ALKI jalur-jalur penting yang menghubungkan wilayah Barat, Tengah, dan Timur serta mendukung arus barang lintas negara,” ujar Tri Utomo. Ia juga mengaitkan ALKI dengan peran Bea Cukai dalam National Logistic Ecosystem (NLE), inisiatif yang bertujuan mengintegrasikan sistem logistik nasional agar lebih efisien dan mempercepat proses dokumen kepabeanan di pelabuhan.
Rizki Ardiansah sebagai narasumber melanjutkan dengan memperkenalkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai Revenue Collector, Community Protector,Industrial Assistant dan Trade Facilitator. Selain itu, Rizki mengingatkan para taruna tentang modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, seperti klaim palsu tentang paket impor yang harus ditebus biaya. “Bea Cukai tidak pernah meminta pembayaran ke rekening pribadi; semua transaksi resmi dilakukan melalui bank pemerintah,” tegasnya, mengingatkan pentingnya berhati-hati terhadap modus ini.
Sesi tanya jawab disambut dengan antusias dengan berbagai pertanyaan kritis dari para taruna. Sopia, salah satu taruni, bertanya mengapa tarif pada Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) bisa berbeda-beda. Rizki menjelaskan bahwa tarif bervariasi sesuai kebijakan nasional dan kebutuhan perlindungan industri dalam negeri. Pertanyaan lain datang dari Aurylian Reda Winata yang menanyakan bagaimana Bea Cukai mendeteksi barang ilegal. Rizki menjelaskan bahwa Bea Cukai memanfaatkan teknologi pemindaian dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan setiap barang yang masuk melalui proses pemeriksaan yang ketat.
Kegiatan ini ditutup dengan yel-yel penuh semangat dari para taruna, menghidupkan suasana di akhir acara. Pemahaman baru mengenai mekanisme kepabeanan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka saat terjun di dunia profesional, terutama di sektor pelayaran dan logistik.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses