Bea Cukai Tanjung Emas Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Optimalisasi Ekspor Produk Kayu
Di publish pada 30-10-2026 08:46:18
Semarang – Bea Cukai Tanjung Emas menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi Layanan Lintas Sektor untuk Optimalisasi Ekspor Produk Kayu” pada Selasa (27/10/2026) di Ruang Pendidikan Lantai 3, Kantor Bea Cukai Tanjung Emas. Kegiatan ini mempertemukan instansi pemerintah, penyedia jasa logistik, asosiasi, dan eksportir untuk mengurai berbagai hambatan yang dihadapi dalam proses ekspor, mulai dari hulu hingga hilir, sekaligus merumuskan langkah strategis guna mendorong optimalisasi ekspor produk kayu dan olahannya. Forum diskusi ini digelar sebagai respons terhadap dinamika ekspor sepanjang tahun 2026, khususnya pada komoditas kayu.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan instansi terkait seperti Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VIII, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah. Turut hadir perwakilan dari PT Pelindo Regional III Cabang Tanjung Emas, PT Multi Terminal Indonesia (MTI), Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) Semarang, Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) Jawa Tengah, dan puluhan pelaku usaha eksportir kayu se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Khoirul Hadziq, menjelaskan bahwa gelaran FGD ini bertolak dari hasil evaluasi pergerakan ekspor di wilayah Bea Cukai Tanjung Emas. Dinamika pada beberapa komoditas andalan, termasuk ekspor produk kayu, menjadi perhatian khusus yang perlu diurai bersama.
“Sinergi layanan lintas sektor ini dilakukan dalam rangka mencari solusi dan perbaikan yang memungkinkan dilakukan, sehingga bisa mendorong ekspor produk kayu dan olahannya,” ujar Khoirul Hadziq.
Acara yang menghadirkan pemaparan dari Bea Cukai, Balai Pengelolaan Hutan Lestari, dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan ini mempertegas bahwa kelancaran ekspor tak cuma soal dokumen pabean, tapi juga kepatuhan aturan kehutanan, karantina, serta kesiapan fasilitas logistik di pelabuhan. Sesi diskusi interaktif berlangsung hangat dan para peserta secara terbuka menyampaikan deretan isu krusial di lapangan, mulai dari fluktuasi Harga Patokan Ekspor (HPE), penetapan Bea Keluar, kepastian waktu pemeriksaan barang di depo, hingga kelancaran penyelesaian dokumen.
Melalui gelaran FGD ini, seluruh entitas lintas sektor berjalan selaras untuk mempererat koordinasi, memangkas hambatan birokrasi, serta menghadirkan jaminan kepastian layanan ekspor yang responsif. Kolaborasi ini diharapkan mendorong arus ekspor kayu berjalan lebih tertib dan efisien. Upaya tersebut tak hanya memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha dan perekonomian nasional, tetapi juga membantu menjaga daya saing produk kayu Indonesia di pasar global.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses