Bea Cukai Tanjung Emas Terima Kunjungan Ombudsman RI, Bahas Tata Kelola Pelayanan Pelabuhan
Di publish pada 22-10-2026 15:29:37
Semarang - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas menerima kunjungan kerja Ombudsman Republik Indonesia pada Jumat (16/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi mengenai tata kelola pelayanan publik, integrasi sistem kepabeanan, efektivitas pengawasan, serta berbagai tantangan dalam mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Emas.
Kedatangan tim Ombudsman yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Siti Farida, disambut oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Khoirul Hadziq, beserta jajaran pejabat dan pegawai. Dalam pertemuan tersebut, Siti Farida menyampaikan Ombudsman hadir untuk menghimpun informasi terkait tata kelola penyelenggaraan pelayanan pelabuhan. Informasi yang dihimpun akan menjadi bahan kajian dalam penyusunan rekomendasi kebijakan kepada kementerian dan instansi terkait.
Dalam sesi diskusi, Bea Cukai Tanjung Emas memaparkan mekanisme pelayanan kepabeanan, integrasi sistem dalam proses impor dan ekspor, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung efektivitas pengawasan. Integrasi data antarsistem dan pertukaran informasi seperti melalui Indonesia National Single Window (INSW) menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Diskusi turut membahas langkah mitigasi risiko untuk mengatasi berbagai kendala operasional, termasuk pengelolaan dwelling time, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak barang dibongkar dari kapal hingga keluar dari pelabuhan. Untuk mendukung kelancaran arus logistik, Bea Cukai Tanjung Emas terus mengoptimalkan sumber daya pemeriksaan serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dalam mengatasi hambatan operasional. Dalam aspek pengawasan, Bea Cukai memanfaatkan analisis intelijen dan teknologi X-ray, serta mengembangkan sistem berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pemeriksaan dan penentuan risiko.
Ombudsman menekankan pentingnya integritas SDM, mitigasi risiko, serta sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Menanggapi hal tersebut, Khoirul Hadziq menegaskan komitmen Bea Cukai Tanjung Emas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem pengawasan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami akan terus bergandengan tangan dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan untuk mendorong perbaikan tata kelola serta meningkatkan kualitas pelayanan di Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Khoirul.
Pertemuan ini mempertegas komitmen bersama antara Bea Cukai dan Ombudsman Republik Indonesia untuk mewujudkan tata kelola pelabuhan yang berintegritas, transparan, optimal, dan akuntabel demi meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses